Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

Sinetronnya Endank Soekamti


Dalam proses pengerjaan album ke-5 Endank Soekamti, band pop punk asal Yogyakarta kembali membuat terobosan baru dalam mempromosikan karya mereka untuk khalayak ramai, yaitu Web series. Web series yang bakal dikemas berupa serial dokumentasi proses pembuatan album kelima mereka akan tayang di channel youtube Endank Soekamti setiap hari mulai tanggal 21 Juli 2012 pukul 22.00 WIB.

Endank Soekamti (Dok. Soekamti.com)
Ide pembuatan web series berasal dari karya mereka sebelumnya, seperti Daddy Miss War, Truth or Dare dan Lingsir Wengi yang proses pengerjaannya bekerja sama dengan X-code Films.

Dalam rilis beritanya di website soekamti.com kemungkinan rencana album kelima Endank Soekamti bakal dirilis secara gratis. Sebelum mengunduh secara gratis albumnya para pengunduh WAJIB menyimak web series-nya Endank Soekamti di channel youtube. Melalui tayangan web series tersebut Endank Soekamti ingin berbagi kepada para pengunduh bagaimana proses dari awal sampai akhir pembuatan sebuah album rekaman. 

Web series yang bakal ditayangkan di Endank Soekamti Youtube Channel atau di soekamti.com akan menampilkan dokumentasi kegiatan Endank Soekamti selama proses produksi album kelima mereka mulai dari pembuatan lirik lagu, lagu yang belum ada liriknya sampai kegiatan buka puasa bersama.

Nah, patut ditunggu nih mulai besok! Siapkan modem/duit buat ngenet di warnet-warnet kesayangan kalian. Hahaha

Sekian,

Terima kasih,
Salam,
RMZ/@iqiezein

Sabtu, 10 Maret 2012

MUSIK DAN WANITA: ANTARA INSPIRASI DAN BIRAHI SEMATA Part II

Apa sih yang kita pikirkan tentang musik dan wanita? Apakah keduanya punya suatu hubungan yang spesial? Apa memang ada simbiosis mutualisme diantara keduanya?. Bagaimana jika kita menjadi seorang anak band dan kehidupan kita tidak bisa di lepaskan dari wanita? Sungguh sangat menyenangkan bukan?. Pastinya dan kita tidak bisa menafikan semuanya.

Ya, beberapa pertanyaan gue di atas hanyalah sekilas gambaran yang saya pertanyakan tentang musik dan wanita. Berbicara mengenai musik dan wanita tentunya tidak akan ada habisnya untuk di bahas karena kedua hal ini adalah sesuatu yang konkrit, berkembang dan semakin dan sudah ter’integrasi’ dengan kehidupan. Dengan musik kita mendapat hiburan yang dapat mengisi ruang kosong dalam jiwa kita. Perempuan, selain untuk saling memenuhi kebutuhan biologis tentunya juga untuk saling melengkapi dalam hidup berkeluarga. Dua hal ini tidak dapat dipisahkan sejauh apapun itu.

Kebanyakan impian setiap orang yang bisa bermain musik adalah menjadi seorang musisi yang handal lalu ngeband, bikin lagu, punya album dan bandnya terkenal dimana-mana. Hal itu udah jadi lumrah dan gak asing lagi sekarang. Tapi ada juga loh yang cuma ikut-ikutan tren zaman sekarang buat ngeband gara-gara modal bisa maen gitar atau suara pas-pasan dan modal tampang.

Melihat fenomena perkembangan musik sekarang ini terutama di negara Indonesia cenderung monoton dan kurang variatif. Kenapa bisa begitu? Tidak lain jawabannya adalah pasar. Sudah menjadi hal yang nyata kalau masyarakat kita ini adalah konsumen ‘sejati’, kenapa? Karena kebanyakan musik hanya di lihat dari kuantitas tidak dari kualitas.

Bisa kita lihat sekarang bagaimana fenomena musik pop merajai ketika era tahun 1990 hingga tahun 2006-an dimana banyak band-band pop muncul seperti Gigi, Java Jive, Kla Project sampai Sheila on 7, Padi, Peterpan, dan yang lainnya. Namun ketika memasuki tahun 2007an sampai sekarang banyak sekali pergeseran, perubahan secara keseluruhan dari band-band baru yang muncul. Mereka menguasai pasar namun hanya beberapa saja yang lebih mengedepankan kualitas.

Pergeseran itu bisa dilihat dari perubahan lirik, musikalitasnya mulai berbeda, karena mengikuti perubahan pasar yang lama-kelamaan menjadi seragam dan tidak ada warnanya sama sekali. Sungguh sangat membosankan bukan?. Disini gue bukan menyalahkan tapi hanya ingin mengoreksi saja alangkah baiknya jika semuanya dapat berjalan seimbang sehingga ada suguhan musik alternatif yang dapat diketahui dan kualitasnya pun oke.

Musik bisa diartikan sebagai sarana berkomunikasi antar manusia tetapi caranya saja yang berbeda dibandingkan komunikasi yang biasa dilakukan. Diiringi dengan nada-nada syahdu dan alunan perpaduan berbagai alat musik jadilah sesuatu nan ciamik yang menjadikan komunikasi menarik.

Selain musik dapat di nikmati oleh banyak orang tapi musik juga harus punya tujuan yang jelas yang disampaikan lewat pesan melalui lirik-lirik yang kuat, cerdas, tegas, dan lugas kepada masyarakat banyak. Jika hanya untuk di jadikan sesuatu yang komersil kenapa tidak beralih profesi saja menjadi pengusaha. Musik yang komersil itu dihargai melalui karya-karya yang berkualitas yang jelas bukan hanya kuantitas pasar semata. Jadi, apalah arti kuantitas tanpa kualitas? Apakah ada rasa kepuasaan tersendiri  jika di hitung melalui kuantitas saja?.

Bisa kita lihat musik yang berkuantitas ini yang mengikuti tren saja dan kebanyakan band-band baru bermunculan menjadikan warna musik pun seragam. Apa mungkin ada udang di balik batu? Apa mungkin ada rahasia di balik rahasia?. Tidak akan pernah tahu tapi bisa menerka-nerka bahwa orang main musik dan ngeband yang ‘bener-bener’ bisa dilihat dan ‘mungkin saja’ ada maksud terselubung meskipun itu tidak tersirat. Entah itu hal negatif atau positif.

Wanita dengan musik apa kaitannya? Menurut gue, ada beberapa kaitan antara musik dan wanita. Pertama, wanita dapat menjadi penggemar yang setia bahkan membuat sebuah gruppis bagi band yang di sukainya. Dan hal ini sudah sering kita lihat dan ketahui banyak fans-fans band yang ada, mayoritas disukai wanita entah dilihatnya lewat tampang atau pun karena profesinya sebagai anak band. Siapa yang tahu?

Ngomongin gruppis ini sebenarnya tidak hanya di khususin buat dari kaum hawa aja. Tapi mungkin karena kebanyakan artis gak cewe atau cowo, dan penggemar cewe mayoritas jadi lengketlah istilah gruppis tersebut buat kalangan kaum hawa. Sebenernya sih, sah-sah saja kalau cowo juga ada gruppisnya. Toh, namanya juga idola, wajarlah. Gak ada salahnya juga kan?

Oke, lanjut poin yang kedua, kehidupan glamour sepertinya bukan saja milik para pemain sepak bola luar negeri yang gajinya selangit. Begitu juga dengan profesi sebagai anak band, kehidupan glamour juga di rasakan. Biasanya kalau sudah sukses ngeband, kita ini ibaratkan seorang raja, mau ini, minta itu pasti ada aja yang mau/kesampean. Namanya juga anak band, wajar dong, harta, tahta, wanita, yang penting tajir bisa di dapetin semua.

Nah, buat ketiga hal yang gue sebutin di atas, harta, tahta, dan wanita memang gak bisa di nafikan oleh siapa saja. Terlebih lagi oleh seorang yang berkecimpung di dunia musik, apalagi yang masih baru-baru, aroma mencari identitas diri pun masih di pertanyakan. Dengan gaya ke’artisan’nya, orang yang baru jadi anak band pun terlihat [maaf] ‘sotoy’. Memang diatas panggung terlihat professional, ketika sudah turun panggung popularitas tidak bisa di hindari. 

Dikenal banyak orang, di elu-elukan oleh wanita, ya mungkin itulah potret yang bisa kita lihat sebagian dari profesi anak band. Mungkin itu hanya sekedar penilaian saya saja dari sisi negatif seorang yang berprofesi sebagai anak band.

Namun ada hal lain yang bisa dilihat dari adanya wanita dalam kehidupan bermusik seorang musisi atau yang berprofesi sebagai anak band. Misalnya saja, perempuan bisa jadi inspirasi untuk menciptakan sebuah lagu. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa ada simbiosis mutualisme diantara keduanya.

Hubungan yang saling menguntungkan ini dikarenakan hidup kita ini tidak akan sempurna tanpa cinta dan kasih sayang orang-orang terdekat. Lagi-lagi urusan cinta memang sepertinya menjadi sumber inspirasi nan mujarab untuk menuliskan bait-bait lirik yang menghasilkan lagu mendayu-dayu yang di tuangkan dalam konteks aliran yang berbeda-beda pada setiap musisi.

Bagaimana jika anda hari ini makan sop tanpa garam? Pastinya akan terasa hambar, betul? Begitu juga dengan musik dengan wanita, seperti dahaga di tengah padang pasir. Sebenarnya masih banyak sumber inspirasi dalam bermusik, tapi apa salahnya jika gue membahas hal ini. sah-sah saja bukan?. Wanita memang erat kaitannya dengan ‘cinta’ maka dari itu menarik untuk di bahas.

Cinta, cinta, dan cinta memang tiada habisnya untuk dibahas. Apakah menarik atau bosan untuk di bahas?. Ngomong-ngomong masalah cinta, saya teringat seorang penyair asal Libanon yang bernama Kahlil Gibran. Banyak sekali karya-karyanya yang sangat mengagumkan tentang cinta. Kahlil Gibran yang lahir tahun 1883 melahirkan karya yang paling popular yakni The Prophet.

Dan saya pun teringat dengan beberapa lagu yang menyerap puisi-puisi karya Kahlil Gibran. Ada yang tahu?. Pernah dengar lagu “Sayap-Sayap Patah” atau “Cinta Adalah Misteri” nya Dewa 19?. Itulah jawabannya. Lagu yang di serap dari puisi-puisi karya Kahlil Gibran ini di aransemen sedemikian rupa indahnya oleh Ahmad Dhani cs sehingga puisi-puisi itu tidak hanya dinikmati melalui sebuah tulisan tetapi musik juga.

Sehabis mengupas sedikit tentang cinta, mari kita berbicara tentang selera. Hmm, apakah ada kaitannya antara selera musik dengan kehidupan pribadi?. Mari beranalisa sedikit walau bukan sebagai seorang detektif. Menurut pendapat gue, musik bisa jadi sebagai simbol untuk mengekspresikan apa yang ada di hati dan pikiran kita. Misalnya saja ketika seseorang lagi galau pasti dengernya lagu-lagu yang melow. Atau gak buat para musisi yang nyiptain lagu cinta biar di sukain atau di puja-puja wanita yang kedengerannya mungkin [maaf] cengeng.

Balik lagi ke topik tulisan ini, terlepas dari hal apapun, wanita memang sumber inspirasi yang sempurna tapi bukan yang utama bagi setiap orang yang menuliskan kisah cinta dan kegalauannya melalui lirik-lirik lagu. Kekuatan lirik tentang cinta yang begitu dalam jika dilukiskan melalui lirik yang tajam dan tidak asal akan lebih terasa feel-nya. Bersama wanita, cinta diantara dua insan dapat terasa, bersama musik kemesraan itu lebih terasa dan nikmat untuk disenandungkan.

Seperti halnya saya tanyakan kepada teman-teman yang punya aktifitas ngeband pendapatnya mengenai musik dan wanita. Kebanyakan diantara mereka menjawab. Hubungan antara wanita dan musik itu adalah sebagai sumber motivasi dan inspirasi. Kalau membahas tentang wanita tidak akan lepas dari masalah cinta dan perasaan cinta itu yang paling bisa dapetin feel-nya buat nyiptain lagu. Secara langsung atau gak, di lingkungan tempat tinggal kita udah berhubungan dan bersosialisasi dengan cinta lawan jenis.

Adapun lain halnya ketika gue menanyakan kepada salah satu personil band Rock n Roll asal Bandung, The Experience Brother, Ibrahim Saladdin aka Bram via facebook. Ia menerangkan bahwa wanita memang menjadi inspirasi, hampir dari semua musisi-musisi besar legend pasti dari lagu-lagunya ada unsur memuja perempuan, salah satunya Jimi Hendrix, The Beatles, Bob Dylan, dan lain-lain. Lalu bagaimana dengan anak band yang memanfaatkan popularitasnya buat ngedapetin cewe?apakah itu hanya sekedar lifestyle atau ada pandangan lain?. “Sungguh kasian banget untuk orang-orang yang kayak gitu kalo memang tujuan bermusiknya cuman itu. Sebenernya kalo masalah popularitas itu cara untuk memikat cewe sih itu bukan cuma musisi aja..itu memang trik nya setiap laki-laki, mulai dari artis ampe pejabat. Hanya karena popularitas yang dia punya itu musik, makanya seakan-akan musisi itu seringnya dikaitkan dengan maen cewe”, jawab Bram.

Nah, lewat topik yang saya bahas kali ini, pasti ada kritik dan saran bagi setiap musisi yang “Merasa” pernah atau masih bertindak demikian. Sepertinya perlu ada refleksi antara cara dan tujuan menjadi seorang anak band/musisi kalau yang terpintas hanyalah kenikmatan sesaat. 

Bukan maksud menggurui atau apapun, menurut gue untuk awal mula ngeband sepertinya memang diperlukan pematangan tujuan maksud keinginan buat ngeband itu sendiri. Kalau hanya untuk mencari kenikmatan dunia semata, hendaknya di pikir ulang 7 kali. Musik itu adalah cara, begitu juga ngeband. Hendaknya menggunakan cara-cara yang rasional tanpa melewati batas moral. Gimana?

Sebagai penggemar musisi dan penikmat musik, adakah cara yang lebih nikmat dan baik untuk saling menghargai? Tentunya ada, tidak beda dengan musisinya, perlu ada pembedaan antara cara dan tujuan dalam menghargai musik dan menikmati musik itu sendiri. Buat gue, cara dan tujuan menikmati dan menghargai musik dan artisnya adalah dengan menikmati setiap pertunjukan/konser yang setiap mereka tampil dan menghargai karya-karya dengan membeli album atau merchandise si ‘artis’. Tujuannya adalah sebagai sarana penghibur di waktu kosong atau bisa juga sebagai pelengkap dalam setiap waktu yang kita lewati. Lalu bagaimana dengan anda?

Jadi, main musik dan  jadi anak band ini bukan hanya urusan pandai memainkan tune-tune saja tapi juga pandai menjaga sikap. Memang tidak bisa di pandang sebelah mata, jadi anak band dan terkenal, secara tidak langsung mempunyai tanggung jawab moral kepada orang-orang yang menyukainya. Alangkah bagus dan baiknya jika terhadap sesama dapat menyebarkan hal-hal positif maka dengan begitu pula kita secara langsung maupun tidak telah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang yang mencintai kita. Terutama untuk para fans yang selalu ada dan mendukung terhadap karya para musisi.

Jika musik sudah dimanfaatkan tujuannya untuk sesuatu yang kurang berharga. Please think it twice friends.

(tulisan ini pernah diposting sebelumnya, ini lebih lengkap)

Terima kasih

Salam,

Rizky Muhammad Zein

Jumat, 06 Januari 2012

Relaksasi Mendengarkan Lagu Religi: Panggilan Hati atau Materi


Ketika menulis tulisan ini, gue sambil dengerin lagunya Ebith Beat A Feat Alm. Kang Darso – “Dina Amparan Sajadah”. Gue orang Bogor dan asli Sunda. Jadi, gue nikmatin banget lagunya. Memang, pas denger lagunya gue berasa lagi ada di nikahan, tapi lagu ini ‘isi’ nya adalah relaksasi seorang Hamba Alloh yang ingin bertaubat. Jadi, kali ini gue pengen nulis tentang Relaksasi Musik dan Agama. Sambil memperhatikan ‘musim’nya lagu religi di Indonesia.

Izinkan gue bertanya. Seberapa besar kah kedekatannya seseorang dengan Tuhannya? Apakah melalui ibadahnya? Atau melalui perbuatannya yang selalu mengingat-Nya?. Wallahu ‘alamu bis showam.

Mencermati lagu-lagu religi yang ada di sekeliling, banyak di antaranya isi nya berupa do’a dan ajakan untuk berbuat kebaikan. Katakanlah dalam lagu “Dina Amparan Sajadah” yang di nyanyikan oleh Ebith Beat A feat Alm. Kang Darso. Isi lagunya adalah berupa do’a dari seorang hamba Alloh yang ingin bertaubat.

Do’a tersebut bisa di cermati dari penggalan lirik lagu dari Dina Amparan Sajadah:
“Insya Alloh ayeuna mah abdi tos kenging hidayah,
Mugiya abdi tiasa janten jalmi istiqomah,
Ngalereskeun laku lampah, sejak tobatan nasuha, Alhamdulillah,
Nyanggakeun tobat abdi, mugi janten tobat nu sajati,

Kurang lebih, artinya begini: Insya Alloh, sekarang saya, sudah dapat hidayah, semoga jadi orang yang istiqomah, sejak tobat, saya berusaha jadi orang yang ‘bener’, ngebenerin tingkah laku, Alhamdulillah. Terimalah tobat saya, semoga jadi tobat sebenar-benarnya tobat.

Sungguh terasa nikmat ketika mendengarkan lagu “Dina Amparan Sajadah” yang berisi lirik penuh do’a.

Namun, hal ini kadang menjadi sebuah ironi ketika dalam seketika gue berpikir dan bertanya-tanya, adakah sebuah orientasi yang berbeda didalam memaknai dan menyanyikan lagu religi?. Dan ini menjadi sebuah kegundahan hati seorang Rizky Muhammad Zein yang penuh tanda tanya. Bertanya, kenapa selalu menunggu momen untuk melakukan sesuatu? dan anehnya itu (maaf) ‘latah’.

Memperhatikan perkembangan industri musik di Indonesia, tidak munafik jikalau industri musik Indonesia memang ‘musiman’. Buktinya, bukan sekedar bukti juga sih, tapi memang fakta kalau industri musik memang dibentuk oleh pasar musik. Contoh, tren musik melayu, hampir semua acara musik menampilkan band-band melayu. Masanya boy/girl band tidak jauh beda dengan melayu. Duh, sedikit khawatir juga sih, masa bangsa gue jadi (maaf) ‘latah’.

Lagu religi ini bakal ada musimnya. Ya, memasuki bulan suci Romadhon mulai kembali marak dan serentak hampir setiap anak band/penyanyi yang (maaf) ‘latah’ berubah identitas menjadi anak band/penyanyi religius. Entah karena panggilan hati atau materi. Gue gak tahu. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Hati.

Khawatir, pasti. Kecewa? TIDAK. Gue masih optimis kalau industri musik Indonesia akan beragam warnanya dan tidak terjebak dalam satu warna, ke-‘latah’-an dan semoga tidak terjebak oleh konsumsi publik semata. Bangsa Indonesia bisa bersatu karena beragam suku, bahasa, dan agama dan menjadi sebuah kesatuan NKRI. Bagaimana dengan musik Indonesia? Mari berdo’a.

Terima kasih.

Salam,

@iqiezein.

Rabu, 04 Januari 2012

MUSIK DAN WANITA: ANTARA INSPIRASI DAN BIRAHI SEMATA

Apa sih yang kita pikirkan tentang musik dan wanita? Apakah keduanya punya suatu hubungan yang spesial? Apa memang ada simbiosis mutualisme diantara keduanya?. Bagaimana jika kita menjadi seorang anak band dan imagenya tidak bisa di lepaskan dari ‘wanita’? Apakah ini kesalahan atau keuntungan?. Melalui tulisan ini, bukan maksud untuk menggurui melaikan sekedar mengungkapkan pendapat semata.  

Ingat, ada 3 hal yang dapat menjatuhkan, yakni harta, tahta, dan wanita. Harta, tahta, wanita, yang penting tajir bisa di dapetin semua. Nah, buat ketiga hal yang saya sebutin tadi, harta, tahta, dan wanita memang gak bisa di nafikkan oleh siapa saja. Anak band diatas panggung terlihat professional, ketika sudah turun panggung popularitas tidak bisa di hindari. Dikenal banyak orang, di elu-elukan oleh wanita. Popularitas hanyalah cara untuk memikat cewe dan bukan cuma musisi aja,itu adalah trik para lelaki mulai dari artis sampai pejabat buat dapetin cewe.

 [Maaf] Masih ingat dengan kasus video porno nya Ariel?. Dengan ketenaran yang dimilikinya, ia bisa mendapatkan nikmat surga dunia wanita. Ini bukan masalah karya tapi ini masalah life style.  Hal itu mungkin salah satu contoh yang bisa kita lihat bagaimana orang berpandangan tentang anak band. Citra negatif sepertinya tidak lepas dari seorang anak band. Meskipun itu hanya dilakukan oleh segelintir orang yang menciderai citra anak band namun dampak yang di timbulkan sangat besar dan secara keseluruhan menyertai anak band juga.

Namun ada hal lain yang bisa kita lihat dari adanya wanita dalam kehidupan bermusik seorang musisi atau yang berprofesi sebagai anak band. Misalnya saja, jadi inspirasi untuk menciptakan lagu. Karena tidak bisa di pungkiri bahwa ada simbiosis mutualisme diantara keduanya. Bersama wanita, cinta diantara dua insan dapat terasa, bersama musik kemesraan itu lebih terasa dan nikmat untuk di senandungkan.

Jadi, main musik dan  jadi anak band ini bukan hanya urusan pandai memainkan tune-tune saja tapi juga pandai menjaga sikap. Jadi anak band dan terkenal, secara tidak langsung mempunyai tanggung jawab moral kepada orang-orang yang menyukainya. Terutama untuk para fans yang selalu ada dan mendukung terhadap karya para musisi. Jika musik sudah dimanfaatkan tujuannya untuk sesuatu yang kurang berharga. Please think it twice friends.

Tulisan ini pernah dimuat di SoundUp Magazine, edisi Juli 2011.

Terima Kasih.

Salam,

@iqiezein

Kamis, 06 Oktober 2011

ENDANK SOEKAMTI: UNTUK SEBUAH EKSISTENSI, DEDIKASI, DAN ROYALTI.

@iqiezein: Bagaimana caranya untuk mempertahankan eksistensi bagi seorang entertainer? Perlukah mengumbar kehidupan pribadi secara eksklusif di televisi? Menurut saya adalah TIDAK!. Kreatif, produktif, dan inovatif adalah jawabannya. Untuk 3 urusan yang saya sebutin tadi, Endank Soekamti adalah salah satu jawaban diantaranya. Siapa sih Endank Soekamti?
Endank Soekamti, band Pop Punk asal Yogyakarta yang saya tahu pas mereka keluarin album keduanya, “Pejantan Tambun”, saya suka sama lagu “Selamatkan Aku” karena pas banget dengan suasana hati saya waktu itu (ups, malah curcol, J). Baiklah, balik lagi. Band asal Yogyakarta ini udah menelurkan 4 album sampai 10 tahun keberadaanya di dunia musik Indonesia.
Selama 10 tahun, tentunya bukan perkara mudah buat pertahanin eksistensi di dunia musik apalagi dengan ‘monoton’ nya pasar musik Indonesia sehingga cukup sulit bagi mereka yang memilih di luar jalur untuk mendapatkan ‘jam terbang’ yang layak tampil dan diketahui secara luas oleh khalayak umum. Hey bung, Indonesia ini unik dan bukan untuk satu golongan saja!
Endank Soekamti yang jalan dengan idealismenya sendiri ternyata tidak sampai kehabisan akal buat ‘survive’ di dunia musik Indonesia. Mereka punya “Jurus Jitu” ala Endank Soekamti.
4 album, website soekamti.com, radio soekamti fm, videoklip dengan iPhone yang disutradarai sendiri oleh Erix Soekamti, sang pem-‘betot’ bas adalah bukti kalau mereka gak cuma ‘numpang’ tenar lewat ngeband doang. Kini, mereka berinovasi lagi dengan di rilisnya komik biografi Endank Soekamti berjudul “Long Live My Family”. Sebuah judul yang diambil dari lagu di album ke 4 Soekamti.com dijadikan ‘Jurus Jitu’ berikutnya untuk mengukuhkan eksistensinya sebagai entertainer sejati.
‘Jurus Jitu’ ini di eksekusi dengan ciamik oleh sang manajer @tonytrax dalam hal penulisan naskah yang berhasil mengolah cerita bersejarah Endank Soekamti dari awal sampai seperti sekarang dengan baik. Maka, tidak heran jika penulis naskah komik #RealMasjid ini sukses dalam menggarap Komik Biografi Endank Soekamti “Long Live My Family”.
Sebagian besar isi cerita dalam komik adalah 95% benar adanya tanpa rekayasa dan lucu. Lucu karena sesuai dengan keseharian 3 personilnya yang saya ibaratkan sebagai ‘Trio Srimulat’. Bahkan bukan cuma ketiga personilnya, bisa di bilang 1 team Endank Soekamti ibaratkan lakon Srimulat yang gak pernah ada habisnya buat urusan banyolan.
Dengan merekrut Haryadi & Gio yang di daulat sebagai illustrator. Komik ini dikemas dengan visualisasi yang lucu & mudah di pahami oleh pembaca yang belum pernah membaca komik sekalipun sehingga tidak sulit untuk memahami setiap gambar dan cerita dalam komik.
Dan akhirnya, apa ruginya menghargai sebuah karya untuk kepuasaan dan rasa penasaran. Sambil nikmatin komiknya, bocoran ‘Jurus Jitu’ selanjutnya dari Endank Soekamti yang HARUS di tunggu lagi adalah “Long Live My Family The Movie” yang bakalan di rilis awal tahun depan. Mau tau seperti apa filmnya? Silahkan lihat trailernya di channel  youtube.com.  Jadi, Tetap muda, beda, inovatif, kreatif, produktif, dan imajinatif. Yang muda yang berkarya.

Rabu, 06 Juli 2011

KOMUNIKASI NYA ENDANK SOEKAMTI

@iqiezein-Bogor: Banyak cara setiap musisi/artis untuk lebih mendekatkan diri dengan fans. Endank Soekamti punya ‘jurus jitu’ buat hal yang satu ini. Di bawah manajemen yang baru melalui Tonytrax sebagai manager, Endank Soekamti bekerja sama dengan salah satu provider ternama di Indonesia yakni XL dengan programnya #xljagoanmuda.

Sebagai seorang mahasiswa yang juga penggemar Endank Soekamti, saya melihat program ini cukup bagus untuk lebih merekatkan tali silaturahmi antara musisi/artis dengan penggemarnya karena tidak banyak band yang mendapatkan kesempatan langka seperti ini. Jadi, buat para #KamtisFamily –sebutanfans- Endank Soekamti sebaiknya kesempatan ini di manfaatkan sebaik mungkin. Kapan lagi bisa kaya gini. Setuju?
Kartu perdana XL edisi Endank Soekamti
Program #xljagoanmuda ini menjangkau buat para #KamtisFamily. Tinggal ketik sms Gabung(spasi)Kamtis kirim ke 08170011777. Lewat program #xljagoanmuda para #KamtisFamily bisa telpon, sms gratis ke sesama #KamtisFamily selain itu juga bisa dapetin info tentang Endank Soekamti via sms GRATIS.

Wow, enak banget yah. Makanya, teman-teman #KamtisFamily tunggu apalagi, mending sekarang langsung ‘Tancas Gap’ gabung di komunitas #xljagoanmuda nya Endank Soekamti, caranya gampang, gak ribet, dan GRATIS. Karena dengan program ini maka Endank Soekamti dan #KamtisFamily bisa ‘Long Live My Family’. Mantap..!!

Salam,
Rizky Muhammad Zein

Selasa, 05 Juli 2011

GATHERING PART 3 ENDANK SOEKAMTI

Tanggal 17 Mei 2011 bertempat di Pulau Situ Gintung 3, Ciputat, Tangerang Selatan, Endank Soekamti band Punk Rock asal Yogyakarta mengadakan Gathering Kamtis Family (sebutan Fans Endank Soekamti) dengan tema Long Live My Family yang diambil dari single ke 3 album ke 4 Soekamti.com. Ini merupakan kali kelima acara Gathering Kamtis Family diadakan. Sebelumnya pernah juga di adakan di beberapa daerah seperti Yogyakarta, Kali Urang, dan Jakarta.

T-Shirt Kamtis Condet, Long Live My Family
“Gathering kali ini lebih tertata dengan baik dibandingkan dengan gathering yang pernah diadakan sebelumnya, dulu cuma kumpul-kumpul, sekarang tempatnya lebih asik dan yang datang juga banyak” kata Tonytrax, Manajer & Produser Endank Soekamti.

Gathering Kamtis Family yang kelima ini dihadiri oleh para Kamtis dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Pekalongan, Malang, Surabaya, Bandung, Tasikmalaya dan kota lainnya. “Gathering Ini diadakan untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antar Kamtis dari berbagai daerah contohnya kalau ada Kamtis yang datang dari Malang nanti di tampung di rumahnya Kamtis Jakarta begitu juga sebaliknya ketika Kamtis Jakarta datang ke Malang nantinya bakal di sambut dengan baik pula” lanjut Tonytrax.

“Gua seneng ikut gathering kali ini karena acaranya juga seru, menarik, banyak temen baru dan lebih kekeluargaan dari personil band sama Kamtisnya sendiri” ujar Bayu, Kamtis Family asal Tasikmalaya.
Kesempatan Gathering ke lima ini tidak disia-siakan oleh para Kamtis karena acara ini dimeriahkan oleh permainan outbond seperti paint ball, flying fox, futsal, pembuatan cuplikan video klip Long Live My Family, diskusi, dan penampilan akustik dari Endank Soekamti.

Erix Soekamti & Kamtis dalam pembuatan video klip Long Live My Family
Dalam pembuatan video klip single ke 3 Endank Soekamti berlangsung sangat seru. “Konsep video klip ini lebih kekeluargaan antara personil Endank Soekamti dengan Kamtis, karena lagu ini diciptain waktu itu antara album 3 dan 4 jedanya agak panjang dan banyak banget Kamtis yang Tanya “Mas, kapan keluar album baru?” makanya kita ciptain lagu itu buat mereka (Kamtis)”, kata Dory Soekamti, gitaris Endank Soekamti.

Foto bareng Endank Soekamti & Kamtis Family
 Dilanjutkan dengan acara diskusi, games dan doorprise yang diselingi dengan penampilan akustik dari Endank Soekamti. Mereka membawakan beberapa lagu dari 4 album yang telah mereka keluarkan seperti Pencuri Hati, Kembali, Selamatkan Aku, Mari Berpesta, Rock Radio, Semoga Kau di Neraka, Long Live My Family dan Audisi. Acara Gathering Kamtis Family ini pun ditutup dengan sesi foto bersama antara Endank Soekamti dengan Kamtis Family.

FYI: Endank Soekamti dalam waktu dekat ini akan membuat komik yang berjudul Long Live My Family, berisi tentang biografi mereka. Kapan terbitnya? Wait and see guys.

Salam,
Rizky Muhammad Zein

Sabtu, 02 Juli 2011

DIPLOMASI KEBUDAYAAN GAYA ENDANK SOEKAMTI


@iqiezein-Bogor : Menurut ilmu Hubungan Internasional yang saya pelajari tentang Diplomasi, Diplomasi diartikan sebagai cara untuk mendapatkan apa yang di inginkan atau di kehendaki. Dalam Hubungan Internasional, Diplomasi terbagi menjadi 2: first track diplomacy dan second track diplomacy. First track diplomacy itu dilakukan oleh pemerintah secara formal sedangkan second track diplomacy dilakukan oleh individu/kelompok non-government secara informal.
Lalu, apa hubungannya Endank Soekamti dengan Diplomasi? Apakah mereka manggung di luar negeri?. Dalam tulisan saya ini, memang tidak ada hubungannya Endank Soekamti dengan manggung di luar negeri. Tetapi secara langsung menurut saya, Endank Soekamti telah melakukan ‘Diplomasi’ melalui jalur second track diplomacy meskipun di lakukan dalam negeri. ‘Diplomasi’ tersebut dilakukan saat mereka tampil dalam rangkaian Surya Promild Tour di Ponorogo (25/06/2011).
Kalian semua pasti sudah tahu tentang Reog, kesenian asli Indonesia yang berasal dari daerah Ponorogo. Malam itu, Endank Soekamti  tampil beda dibandingkan perform sebelumnya di hadapan para #KamtisFamily -sebutan fans Endank Soekamti-. Mereka tampil spesial dengan mengenakan kostum Reog meskipun merogoh kocek manajemen dalam-dalam tapi ini lah ‘Diplomasi’ gaya Endank Soekamti dalam kebudayaan.
Photo by Atha Hai Magz
Diplomasi kebudayaan tidak memiliki pengertian khusus tetapi diplomasi ini dilakukan melalui sarana-sarana kebudayaan seperti pertunjukan musik, dan seni tari. Kenapa saya bilang Endank Soekamti ber-‘Diplomasi’? Karena untuk penampilannya kali ini, ada pesan yang ingin disampaikan oleh Erix, Ari, dan Dory Soekamti bahwa kebudayaan yang kita (Indonesia) punya, perlu kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai begitu sudah di klaim milik yang lain baru kita menyadarinya. Itu lah alasan yang di sampaikan ketiga personil band yang beraliran Punk Rock asal Jogjakarta ini.
Sepanjang penampilannya malam itu, Endank Soekamti band yang berdiri tahun 2001 ini melakukan opening dengan mengenakan kostum Reog full sambil gaya nari-nari ala Reog dan selanjutnya tampil tanpa topeng khas Reog (sulit juga yah buat nyanyi kalau pake topeng, heheu). Juga tak henti-hentinya menyampaikan pesan untuk tetap mencintai budaya sendiri khususnya anak muda/para #KamtisFamily yang berasal dari Ponorogo.
Memang dalam arti sebenarnya Diplomasi itu dilakukan antara 1 negara dengan negara yang lain, tapi apa salahnya jika tulisan ini juga termasuk doa untuk Endank Soekamti agar bisa Go International. Amin. Semoga.
Salam,
Rizky Muhammad Zein

Jumat, 01 Juli 2011

MUSISI BOGOR BERAMAL LEWAT MUSIK

@iqiezein-Bogor: Beramal tidak harus melalui acara formal atau di liput secara ekslusif oleh media-media mainstream. Ini bukan masalah kemampuan tapi keinginan untuk membantu sesama. Banyak orang mampu tapi kebanyakan tidak ada keinginan untuk membantu. Disini para musisi Kota Bogor berkeinginan membantu sesama manusia lewat musik yang mereka punya melalui acara Rain City for Humanity.


RCFH #3, gambar di ambil dari FB Bepe TheJakasembung
Mengutip dari status akun facebook milik Bepe TheJakasembung, “Ada nilai lain yang ingin kami sampaikan lewat acara ini dan lebih dari sekedar pengumpulan dengan musik. Sebuah nilai untuk mengingatkan kita semua tentang kepedulian di dalam dunia yang kita jalani ini. ketika kita tidak menghargai hidup yang kita jalani, apakah kita bisa merasakan sedikit rasa syukur bahwa tidak semua manusia mendapatkan kehidupan yang layak seperti yang kita/kamu/aku punya. GOD BLESS RAIN CITY,”.

Rain City For Humanity ini adalah acara galang amal yang dilakukan oleh para musisi ‘Kota Hujan’ untuk membantu sesama lewat musik. Rain City for Humanity merupakan acara rutin yang di adakan di Bogor. Ini adalah kali ketiga di adakan dan mengambil tema ‘Pahlawan-Pahlawan Lokal Pendobrak Tembok Perbedaan’.


RCFH #3, gambar di ambil dari FB Bepe TheJakasembung
Rain City for Humanity #3 akan di adakan tanggal 2 Juli 2011 bertempat di Parkiran S-One Cafe, Taman Kencana, Bogor. RCFH #3 ini akan di isi oleh beberapa band yang sudah tidak asing lagi di kalangan muda/mudi Bogor, diantaranya The Jaka Sembung, Topi Jerami, Not for Child, Bajink Luncat, Last Pain dan yang lainnya.

Buat datang ke acara RCFH #3 ini tidak perlu tiket masuk alias GRATIS. Tapi kalau ada yang mau mendonasikan rejekinya nanti di sediakan kotak amal/charity box. Asiknya, untuk 100 orang pendatang pertama bakalan dapet bandana plus Sticker RCFH #3. So, mari dukung dan ramaikan RCFH #3. Kalau bukan kita siapa lagi yang peduli. Salut!



Salam,
Rizky Muhammad Zein